About

Senyum. Sebuah kata sederhana, namun tidak semua orang mampu melakukannya. Tidak percaya? Senyum tidak akan mampu dilakukan oleh orang yang sedang marah, galau, ataupun dengan suasana hati yang suram.

senyum-bahagia

Istilah “senyumnya terpaksa” itu bukan mengada-ada. Ya benar, senyum orang yang terpaksa dengan senyum yang ikhlas, beda. Secara rinci mungkin akan sulit dibedakan, tapi itu bisa dilihat langsung melalui mimik wajah.

Seorang teman yang berkuliah di jurusan Psikologi pernah bercerita, salah satu ciri-ciri senyum yang tidak ikhlas dari hati itu, bentuk bibir yang ditampilkan tidak simetris. What, oh ya ya.. jadi begitu, kenapa orang yang tersenyum bibirnya naik sebelah, disebut sebagai “senyum sinis”.

Okay, maaf terlalu banyak curcol. Blog ini memakai nama Senyum karena memang senyum itu adalah indikator kebahagiaan. Salah satu hal yang paling berharga adalah keluarga. Keluarga Senyum bisa diartikan sebagai keluarga bahagia. Setuju?